Mengkaji Petungkriyono Karya Pujo Semedi Historisme
KAJIAN
ETNOGRAFI “PETUNGKRIYONO” ESEI-ESEI ANTROPOLOGI KARYA PUJO SEMEDI
Petungkriyono merupakan desa di
tengah belantara. Dalam buku Semedi 2006 menyatakan bahwa untuk sampai kesana
dibutuhkan waktu berjam-jam dengan berjalan kaki untuk memotong puncak
pegunungan atau menyusuri alur Kali Welo disebelah barat, memalui jalan setapak
ditengah hutan rimba yang gelap dan penuh dengan hewan buas.
Suatu permasalahan yang dijadikan
topik disini adalah keyakinan masyarakat tentang Petungkriyono sebagai kecamatan terisolasi kedua
setelah Karimun Jawa yang sudah bertahun-tahun menghinggapi pikiran masyarakat
luar. Dapat dilihat dari kutipan dibawah ini,
“Keyakinan
tentang isolasi ini semakin mengental ketika kami membaca di koran dan mendengar pembicaraan
pejabat pemerintah lokal tentang Petungkriyono sebagai kecamatan terisolasi ke
dua di Jawa Tengah setelah Karimun Jawa....Sampai Kemudian saya sadar bahwa
imajinasi ini adalah kekeliruan besar.” (Semedi, 2006 :128).
Dari analisa kutipan diatas
menyatakan bahwa permasalahan dalam artikel ini ialah keyakinan dan imajinasi
masyarakat serta pejabat lokal tantang Petungkriyono yang terisolasi. Jawaban
dari pertanyaan tersebut adalah penjelasan mengenai Petungkriyono dari masa ke
masa yang membuktikan bahwa Petungkriyono bukanlah wilayah yang terisolasi dan
pernyataan tersebut hanyalah mitos. Dapat dilihat dari kutipan dibawah ini,
“Dari
uraian diatas kita melihat bahwa Petungkriyono bukanlah wilayah dan masyarakat
yang terisolasi. Tidak dimasa lalu, apalagi pada masa belakangan ini. Dari
jaman ke jaman Petungkriyono berinteraksi dengan masyarakat luar baik pada
bidang budaya, politik maupun ekonomi. Isolasi Petungkriyono pada dasarnya
lebih merupakan mitos yang muncul dari wacana yang pastilah dikembangkan dalam
rangka memenuhi kepentingan-kepentingan tertentu.” (Semedi, 2006 :140).
Dari kutipan diatas sudah jelas
terlihat bahwa Pertungkriyono bukanlah wilayah yang terisolasi. Dan pemahaman
tersebut hanya untuk memenuhi kepentingan-kepentingan tertentu. Paradigma yang
hendak ditunjukan penulis adalah paradigma historisisme karena historisisme
menunjukan penekanan pada sejarah. Dapat dilihat dari kutipan dibawah ini,
“Akan
tetapi pada abad ke 18, saat VOC berkuasa di wilayah pesisir utara Jawa dan
Kerajaan Mataram memasuki masa-masa kerudepannya, Petungkriyono tetap merupakan
jalur perdagangan dari Pekalongan menuju pedalaman.” (Semedi, 2006 :130).
“Keadaan
ini terus berlangsung hingga tahun 1900.” (Semedi, 2006 :131).
“Pada
abad ke 19 penduduk Petungkriyono mengalami pertumbuhan yang pesat akibat
masuknya para pendatang dari dataran rendah di Utara.” (Semedi, 2006 :132).
Kutipan tersebut menunjukan bahwa
penulis berusaha memaparkan sejarah dari Petungkriyono sejak abad terdahulu.
Berkaitan dengan itu, teori yang digunakan oleh penulis adalah teori
partikularisme historis karena partikularisme historis menekankan pentingnya
penelitian lapangan tangan pertama yang lengkap dan ekstensif yang bertujuan membangun catatan yang selengkapnya
dan seakurat mungkin mengenai kehidupan suatu masyarakat asli. Dapat dilihat
dari kutipan berikut ini,
“Namun
sumber-sumber arkeologis mampu membawa kita kemasa yang lebih tua. Reruntuhan
candi-candi kecil di Yosorejo, patung-patung batu di Tlogohendro, lingga klasik
yoni di Tlogopakis tidak pelak lagi menunjukan bahwa sejak masa klasik, abad ke
9 masehi, Petungkriyono sudah merupakan pemukiman yang besar (Jones, 1984; TPL
1987a).” (Semedi, 2006 :129).
Dari kutipan diatas dikatakan bahwa
penulis melakukan penelitian lapangan tangan pertama sebagai cara untuk mendapatkan
informasi seakurat dan selengkap mungin dari masyarakat aslinya. Dalam
penulisannya, Sumedi menggunakan metode studi literatur. Yakni dengan memasukan
berbagai sumber-sumber data yang mendukung tulisannya. Selain studi litelatur, penulis
juga menggunakan metode studi lapangan. Dapat dilihat dari kutipan berikut ini,
“Umumnya
kopi di Petungkriyono tidak ditanam dalam kebun khusus, tetapi sebagai tanaman
setengah liar di hutan (lihat Schaik, 1986: 58; Boomgaard, 1995).” (Semedi,
2006 :131).
“Dengan
imajinasi seperti itu dikepala, saya datang lagi bersama teman-teman mahasiswa
antropologi ke Petungkriyono tahun 1984, untuk mempelajari masyarakat yang
eksotis, sederhana, dekat dengan alam, dan terisolir dari peradapan.” (Semedi,
2006 :128).
Diatas
merupakan suatu bukti bahwa terdapat suatu penambahan data melalui
sumber-sumber lain yang dapat membantu dalam
menganalisa. Serta penggunaan data lapangan yang
dihasilkan dari studi lapangan oleh penulis. Deskripsi dari karya ini dapat
dilihat dari kutipan dibawah ini yang menjelaskan mengenai kekuasaan
politik-ekonomi yang ada di Petungkriyono pada masyarakat lapisan bawah. Dapat
dilihat pada kutipan dibawah ini,
“Secara
politik-ekonomis masyarakat lapis bawah tidak memiliki kekuasaan, kecuali
melawan dengan halus dan diam-diam bila terkena kebijakan yang terasa berat.
Hingga sekarang sudah menjadi rahasia umum bahwa mereka biasa menyerahkan pangan pamong dalam jumlah yang lebih
kecil dari seharusnya.” (semedi, 2006 :136).
Asumsi dari tulisan
Semedi adalah mengenai jalur perdagangan yang menuju kepedalaman. Asumsi ini
didasarkan pada anggapan masyarakat Petungkriyono terhadap jalur perdagangan
tersebut. Dapat dilihat pada kutipan berikut ini,
“Kemungkinannya, Petungkriyono pada masa
klasik adalah jalur lalu lintas perdagangan dari wilayah pesisir Utara Jawa ke
pedalaman. Kapal-kapal dari Asia daratan dan Sumatra memasuki Jawa lewat
Pekalongan, menelusuri Sungai Sengkarang sampai jauh ke selatan, hingga sungai
ini tidak bisa dilayari lagi karena dangkal, disekitar daerah Doro.” (Semedi,
2006 :130).
Argumen dari
pernyataan tersebut berkelanjutan dengan kutipan pada paragraf selanjutnya yang
menjelaskan pada masa selanjutnya perkembangan Petungkriyono mengalami
ketidakjelasan. Dapat dilihat dari kutipan dibawah ini,
“Perkembangan
Petungkriyono pada masa-masa selanjutnya tidaklah pasti, karena tidak terdapat
sumber-sumber yag dapat dianalisis.” (Semedi, 2006 :130).
Data pendukung yang
digunakan Semedi beberapa merupakan diambil dari sumber lain, yang dianggap
membantu dalam penulisannya. Dapat dilihat pada perang kemerdekaan yang dapat
digunakan sebagai data pendukung. Dapat dilihat dari kutipan dibawah ini,
“Hingga
Perang Kemerdekaan berakhir tahun 1949, Petungkriyono dijadikan ibukota
sementara Karesidenan dan Kabupaten Pekalongan. Dari wilayah ini pula tentara
Indonesia –TNI, Tentara Pelajar, dan milisi melancarkan serangan gerilya ke pos
militer tentara Belanda di Doro, Karanganyar dan Wonopringgo. Pada bulan Juli
1947 mereka mnyergap mobil yang ditumpangi pemilik kebun teh Jolotigo, empat tentara
pengawal dan lurah Jolotigo di Kroyokan.” (Semedi, 2006 :138).
Dalam penulisan
ini juga ditemukan konsep yang berhubungan dengan istilah masyarakat dalam
menyebutkan sesuatu benda maupun hal. Konsep ini tentunya hanya akan dipahami
oleh masyarakat Petungkriyono sendiri, karena dari merekalah asal muasal istilah
tersebut. Dapat dilihat pada kutipan berikut
ini,
“Semenyara
dalam kehidupan sehari-hari penduduk setiap pagi diwajibkan melakukan
penghormatan kepada Tenno Heika dengan membungkuk kearah matahari; “Sekereiii ...hai!”. Setelah itu mereka
–tidak perduli kepala desa atau rakyat biasa, guru atau murid sekolah
–melakukan taisho, senam pagi; “it, ni, sam, si ...”. demikian ceritera
oara orang tua.” (Semedi, 2006 :138).
Terkait
dengan klaim, dapat ditemui pada kutipan buku Semedi berikut ini. Klaim
berkaitan dengan suatu kebudayaan khas yang dimiliki oleh orang Petungkriyono sendiri. Orang Petungkriyono
memiliki suatu kebudayaan menonjol dengan
adanya
ngandang ronggeng yang sangat terkenal. Dapat
dilihat pada kutipan dibawah ini,
“Semakin tinggin
kemampuan seorang permuda dalam memberi makan, uang dan pakaian, semakin lama ngandang ronggengnya. Di samping urusan
seks, bagi para orang tua peristiwa ini juga dilihat sebagai kesempatan bagi
anak laki-lakinya untuk belajar menjadi laki-laki yang dewasa secara ekonomi,
yang mampu memberi makan orang lain.” (Semedi, 2006 :137).
Suatu retorik terkait berkaitan dengan gaya yang dilakukan oleh penulis
dalam menyampaikan penyampainnya dengan khas tertentu. Tentu Semedi memiliki suatu cara retoris penyampaian penulisan
tersendiri, yang bahkan kita sendiri dalam menganalisanya. Berkaitan dengan
itu, style penulisan yang digunakan
cukup baku. Namun terdapat suatu majas yang dipakai dalam penulisannya untuk
menggambarkan masyarakat Petungkriyono. Yakni, terdapat dalam kutipan berikut,
“Selama
tiga dekade terakhir ini proyek carut-marut
seperti di atas bukanlah berita aneh bagi masyarakat Petungkriyono.”
(Semedi, 2006 :142).
Berkaitan
dengan organisasi tekstual yang digunakan oleh Semedi adalah cukup sistematis. Tidak
ada ditemukannya penulisan yang rincu, sehingga memudahkan pembaca untuk
memahami setiap penjelas yang ditulis oleh penulis.
Sumber Pustaka
Semedi, dkk (2006) yang berjudul “ESAI-ESAI ANTROPOLOGI
–TEORI, METODOLOGI DAN ETNOGRAFI-, halaman 127-148.
Mainkan Permainan Number Games Yang Paling Seru Dengan Dealer Super Cantik Yang Bakal Menghibur Anda. Hanya di Winning303
BalasHapusTebak Angka Jitu Anda Disini Dapatkan Jackpotnya....
Dapatkan Bonus-bonus dan Promo Menarik Setiap Bulannya..
Mainkan Permainan Lainnya Dengan 1 User ID Saja...
1. Live Casino
2. Poker
3. Sportsbook
4. Togel
5. Sabung Ayam
6. Slots Game
Hubungi Segera:
WA: 087785425244
Cs 24 Jam Online
Anda suka bermain slot???
BalasHapusMau bonus slot 200%???
Mari join bersama kami di Winning303
Dapatkan bonus slot 200% langgsung untuk anda
Info regis
- WA : +6287785425244
Suka bermain Poker mau deposit via PULSA,atau Via E-MONEY???
BalasHapusMari bergabung bersama kami di Donaco Poker
Hub kami.
WHATSAPP : +6281333555662
CS 24 JAM
Suka bermain Poker mau deposit via PULSA,atau Via E-MONEY???
BalasHapusMari bergabung bersama kami di Donaco Poker
Hub kami.
WHATSAPP : +6281333555662
CS 24 JAM
Dapatkan keseruan dengan deposit minimal 10ribu di Donaco Poker...Menangkan bonus jackpot hingga puluhan juta rupiah tanpa ribet...
BalasHapusDapatkan Juga Bonus Dari Donaco Poker...
- Bonus Deposit 15% New Member Weekend.
- Bonus Deposit 10% Next Deposit Weekend.
- BONUS DEPOSIT HARIAN 5%
- BONUS ROLLINGAN MINGGUAN 0.5%
- BONUS KEJUTAN LAINNYA
Hubungi Kami Secepatnya Di :
WHATSAPP : +6281333555662